Berdasarkan pernyataan dari Youtube, sebuah video atau konten tidak bisa masuk ke jajaran video trending hanya karena rutin mengunggah setiap hari.

Menurut Director of YouTube Global Creator dan Artist Development Chris Schremp, algoritma YouTube lebih rumit dari itu. Pasalnya, trending tab adalah kombinasi dari banyak hal yang berkaitan dengan apa yang terjadi saat itu. 

Schremp mengungkapkan bahwa algoritma YouTube sangat menentukan video yang masuk ke dalam jajaran trending adalah video hasil analisis antara video yang dibuat oleh youtuber dengan konten yang sedang dicari oleh pengguna Youtube.

Schremp menambahkan tanpa pengunggahan setiap hari, sebuah konten atau video tetap bisa masuk ke tab Trending.

Cara agar Video di Youtube Trending

1. Ketahui cara kerja algoritma YouTube lebih dulu

 

Agar sebuah kontek bisa trending, caranya adalah dengan meningkatkan "waktu tonton" video. Kendati begitu, waktu tonton tidak hanya dilihat dari jumlah menit video yang ditonton, tapi juga mencakup jumlah penayangan, durasi penayangan, frekuensi upload video, durasi sesi, berapa banyak sesi yang berakhir di video, dan sebagainya.

2. Durasi video paling baik adalah 8 menit atau lebih

Berdasarkan sebuah penelitian, video dengan durasi minimal 8 menit memiliki performa 350 persen lebih baik daripada yang tidak. 

 

3. Konsisten untuk mengunggah lebih banyak video

Meski banyaknya video tidak menentukan sebuah video menjadi trending, tapi konsisten untuk mengunggah video lebih banyak adalah pilihan yang baik. Untuk mewujudkannya, caranya dengan mengatur jadwal rutin untuk mengunggah video, misalnya dua kali seminggu setiap hari Kamis jam 19:00 dan Selasa jam 20:00.

 

4. Fokus pada konten spesifik untuk mendapatkan pemirsa yang loyal

Pembuat konten harus menganalisis mana konten yang membuat penonton tertarik untuk kembali ke saluran Youtubenya. Kemudian, Anda sudah bisa mulai fokus pada konten itu.

5. Dapatkan penayangan sebanyak-banyaknya dalam tiga hari pertama setelah video keluar

Agar dapat mewujudkan tips ketiga, pembuat konten mesti mengingatkan penonton agar mau mengkonsumsi kontennya, berlangganan, dan menyalakan lonceng.