Ketika kamu melihat etalase toko kue favoritmu, apa yang menarik perhatianmu untuk membeli kue tersebut? Apakah harganya yang murah? Atau bentuknya yang eye catching? Sepotong kue yang kamu pilih itu dipastikan adalah hasil analisis pembuat yang berhati - hati dalam memilih bahan yang yang tepat untuk menjadi kue yang lezat.

Sebuah potong kue juga, ternyata dapat menganalisa seberapa efektifnya strategi marketing bisnismu dalam membangun brand lho!


Hal yang sama berlaku ketika membangun brand. Logo yang keren dan pemasaran yang jago bukanlah satu - satunya faktor dalma keberhasilan branding. Seperti frosting pada kuemu yang membuat tampilan luar kue jadi menarik untuk dimakan. 


Berikut adalah skema potongan brand yang dapat kamu ingat :

  • Lapisan luar terutama paling atas kue melambangkan janji dari brandmu.

Untuk menjadi brand yang menjanjikan, pastikan memiliki tampilan yang menarik, reputasi yang baik, harga yang sesuai dan masuk akal target konsumen, memiliki ciri khas yang tepat, dan juga berhasil menyajikan iklan yang tepat.


  • Lapisan isi pertama yaitu produk

Semua yang berkaitan dengan produk sangat diperhatikan disini seperti garansi produk yang salam, kualitas produk yang berkualitas, desain yang efisien dan menarik. Jangan lupa juga bahwa produk mu harus memiliki performa yang baik saat digunakan oleh konsumen.


  • Lapisan isi kedua yaitu budaya

Budaya dalam hal ini adalah bagaimana kebiasaan brand mu memperlakukan elemen - elemen yang ada di perusahaan. Seperti bagaimana pegawai di beri support, sikap brand dalam menanggapi suatu krisis, lingkungan kerja yang baik juga berpengaruh, pelayanan konsumen yang baik menentukan seberapa banyak langganan dalam membeli produkmu. Dan yang terpenting adalah nilai dari brand yang harus tetap terjaga dan tidak berubah.


  • Lapisan isi ketiga adalah Proses

Lapisan isi ketiga ini terkadang luput dari perhatian ketika kita akan mengembangkan bisnis. Tetapi, ketika kita ingat kembali urusan teknis seperti sistem kerja, prosedur brand, pengantaran produk, dan ketersediaan produk adalah jalur akhir dari penjualan produk hingga berhasil menaikan closing serta kesadaran brand di konsumen.



Terpenting yang harus kita sadari adalah ketika kita menikmati kue yang berpenampilan menarik tetapi rasa yang tidak enak, Seberapa persen kemungkinan kita akan membeli lagi atau malah kita akan protes secara agresif kepada brand tersebut. Pastikan kamu tidak sekadar mempercantik tampilan kuemu, tapi harus lebih dulu memiliki resep brand internal yang kuat. 

Merasa kebingungan dalam menentukan resep brand internalmu sendiri? Mari diskusikan bersama Sevenads team!