Pernahkah kamu mendengar tentang customer lifetime value? Dalam bahasa Indonesia, customer lifetime value sering disebut sebagai nilai umur pelanggan. Dari pengertiannya, kamu mungkin akan menyimpulkan kalau customer lifetime value ini merujuk pada nilai dari seorang konsumen terhadap sebuah brand selama ia menjadi pelanggan atau loyalitas dari pelanggan tersebut. Customer lifetime value ini merupakan salah satu matriks yang bisa dilacak untuk mengukur seberapa berharganya konsumen dilihat dari rentang waktu ia berlangganan, yang dihitung dari pembelian pertama.

Apa sih customer life time value?

Customer lifetime value adalah sebuah metrik yang mengindikasikan total pendapatan suatu bisnis yang dapat dari 1 orang customer. Customer lifetime value dianggap sebagai angka rata-rata yang dibelanjakan seorang customer. Data Customer lifetime value ini akan dibandingkan dengan proyeksi perkembangan bisnis. Jika saat dilakukan pengecekan nilainya diprediksi tidak memenuhi nilai yang diharapkan, maka perusahaan bisa segera memperbaiki bisnisnya agar tidak kolaps.

Semakin sering seorang customer membeli suatu produk maka nilai Customer lifetime value akan semakin tinggi. 

Seberapa penting Customer lifetime value bagi suatu bisnis?

memahami customer lifetime value juga akan membantu bisnis Anda untuk mengembangkan strategi peningkatan penjualan sambil di sisi lain bisa mempertahankan margin keuntungan tetap stabil. Dengan mengetahui nilai customer lifetime value, anda bisa :

  • Mengetahui modal yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi 1 customer.

  • Produk apa yang paling laris dari customer dengan nilai CLV tertinggi.

  • Produk mana yang menghasilkan profit paling besar.

  • Bagaimana karakteristik dan demografi customer yang punya nilai CLV tertinggi.

Lalu bagaimana cara menghitung nilai Customer lifetime value? 

Untuk menghitung nilai Customer lifetime value, kamu perlu menghitung rata-rata nilai yang dibelanjakan seluruh customer kemudian kalikan angka tersebut dengan tingkat frekuensi pembelian rata-rata untuk menentukan customer value. Terdapat 5 formula untuk menemukan nilai  Customer lifetime value. 

Rumus dan contoh cara menghitung Customer lifetime value

Terdapat 5 formula untuk menemukan nilai  Customer lifetime value, sesuai rumus yang dijelaskan oleh Hubspot pada artikel (https://blog.hubspot.com/service/how-to-calculate-customer-lifetime-value)

1. Menghitung Average Purchase Value (APV).

Langkah pertama, kita harus mengetahui nilai rata-rata pembelian customer terlebih dahulu. Cara menghitungnya adalah dengan membagi total omset dengan frekuensi pembelian. Misalnya dalam seminggu anda punya 5 customer datang ke toko milik anda seminggu 15 kali. Total pembelian selama seminggu itu adalah Rp 1.500.000,-.

Dengan demikian, nilai rata-rata pembelian adalah 1 juta 5 ratus ribu rupiah dibagi 15 kali kunjungan yang hasilnya 100 ribu.


2. Menghitung Average Purchase Frequency Rate (APFR).

Langkah selanjutnya adalah dengan menghitung berapa kali rata-rata customer melakukan pembelian. Contohnya dalam seminggu anda punya 10 orang customer yang datang namun kunjungan ke toko anda ada yang sekali, 2 kali hingga setiap hari (7 hari). Dapat disimpulkan bahwa frekuensi pembelian di toko anda bisa dihitung dengan total kunjungan customer dibagi jumlah customer. 


3. Menghitung Customer Value (CV)

Customer value adalah nilai rata-rata yang dibelanjakan dari semua customer. Cara menghitungnya cukup mudah yaitu dengan membagi poin 1 dan 2 di atas yaitu dengan membagi APV dan APFR. Hasil yang didapatkan menjadi rata-rata nilai belanja dalam satu minggu dibagi dengan rata-rata frekuensi transaksinya. Dengan demikian kamu sudah menemukan berapa nilai customer value dari konsumen anda.


4. Menghitung Average Customer Lifespan (ACL)

Umur customer yang dimaksud dalam hal ini adalah berapa lama customer loyal melakukan transaksi denganmu. Semakin sering seseorang berbelanja maka semakin besar juga nilai ACL-nya.


5. Menghitung Customer Lifetime Value (CLTV)

Setelah kamu menghitung 4 poin yang sudah dijabarkan diatas. Maka kamu sudah bisa mengetahui nilai Customer Lifetime Value-nya, dengan cara mengalikan hasil hitungan pada poin no.3 dan no.4 yaitu customer value dikali average customer lifespan, kamu bisa memilih menghitungnya berdasarkan per bulan atau per minggu.

Fungsi dari mengukur Customer Lifetime Value

Fungsi dari customer lifetime value adalah kamu bisa mengelompokkan konsumen berdasarkan keloyalitasan mereka terhadap bisnis yang kita jalankan dengan rumus customer lifetime value untuk mengetahui mana konsumen yang memiliki nilai loyalitas lebih tinggi dengan tidak. Hal ini membantu kamu untuk mengetahui manakah konsumen yang bisa dikatakan loyal dan layak menerima rewards yang nantinya bisa meningkatkan kepuasaan pelanggan. Mencoba memuaskan konsumen dengan customer lifetime value tinggi jelas lebih menjanjikan dibanding jika Anda memberikan rewards secara acak dengan harapan bisa membantu meningkatkan pembelian secara signifikan. Cara ini juga terbilang efektif untuk mengatur strategi pemasaran, di mana kamu bisa memperkirakan besarnya biaya yang sepadan untuk mendapatkan konsumen baru, dengan tidak melebihi customer lifetime value dari pelanggan yang sudah ada.