Asumsikan bahwa setiap pekerjaan diharuskan perang dengan musuhnya. Jika tentara harus melawan sekutu untuk menang, dan dokter harus berperang melawan virus dengan menciptakan vaksin yang ampuh untuk membunuh virusnya, sedangkan orang pemasaran harus berhasil menang dari anjloknya penjualan. Untuk memenangkan perang tersebut, setiap profesi harus menyusun siasat dan strateginya, ketika tentara menyusun strategi perang sebelum tembak senjata, begitupula orang pemasaran harus menyusun strategi pemasaran untuk dapat membidik target penjualan setinggi mungkin.

Namun, sayangnya tidak semua strategi tersebut berhasil membidik target yang diinginkan. Masih banyak alasan yang membuat gagalnya strategi pemasaran dalam mengelola bisnisnya. Berikut ini saya akan memaparkan beberapa alasan mengapa strategi pemasaranmu tidak bekerja dengan baik. Saya memposisikan anjloknya penjualan sebagai musuh terbesar seorang pemasaran, karena ketika omset menurun maka bisnis dapat lumpuh dan mati. Maka dari itu cara terbaik melawan anjloknya angka penjualan, harus dirancangkan sebuah strategi pemasaran yang dapat memberikan dampak besar bagi berkembangnya bisnis tersebut.

Strategi sendiri berupa rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, dan disarankan tujuan tersebut harus dapat diukur dengan baik. Sebagai contoh: melalui kampanye pemasaran digital yang dijalankan selama 2 bulan, startup ingin menghasilkan peningkatan percobaan trial dari produk sebesar 15%. Untuk mensukseskan program tersebut, perusahaan harus memiliki strategi yang tepat dan efektif. Namun, seiring berjalannya proses, selalu ada alasan strategi tersebut tidak berhasil membidik target pemasaran.

Berikut alasan — alasan yang mendasari gagalnya strategi pemasaran
  • Berusaha Menjangkau Semua Orang
Kata kuncinya adalah fokus. Pilihlah pasar yang paling tepat untuk startup yang sedang kamu kelola. Banyak perusahaan yang berusaha menjangkau semua orang namun berakibat kepada tidak terfokusnya arah dan tidak akan membawa perusahaan kemana — mana. Jadi, mulailah dari hal kecil, kemudian kembangkan sayap secara perlahan ketika modal sudah cukup baik. Facebook sebelum seperti sekarang, mereka dulunya hanya menawarkan produk ke mahasiswa di kampus tertentu saja.

  • ·Memaksakan Konten Promosi
Hari ini model — model iklan yang menonjolkan penjualan akan mendapatkan stigma negatif di kalangan konsumen digital. Harusnya konten iklan dibuat lebih kreatif. Untuk mengatasinya dibutuhkan konsistensi dan dedikasi pemasar dalam menciptakan konten yang fokus pada apa yang pelanggan butuhkan, bukan sebatas menjual dan menjual. Konten yang mampu menjawab kebutuhan konsumen dapat menjadi jembatan bagi perusahaan untuk menciptakan rasa percaya, ketergantungan dan kedekatan. Ketimbang sebuah iklan banner atau televisi. Ketika ketiga unsur ini telah tercipta, akan mudah bagi konsumen untuk membuat keputusan pembelian.

  • Salah Mengirimkan Target Untuk Email marketing
Email marketing merupakan metode pemasaran yang paling personal unuk terhubung dengan calon konsumen. Etika berperan besar dalam menentukan keberhasilan email marketing yang kamu lakukan. Salah target terjadi ketika mengirimkan email penawaran ke alamat email yang tidak secara sukarela mendaftarkan diri di dalam formulir yang kamu buat. Maka, untuk membangun list yang potensial dan loyal, pemasar perlu merancang terlebih dahulu bagaimana mendatangkan lead agar orang — orang dengan senang hati mendaftarkan diri.

  • Kamu yang senang bakar uang, yakin sudah untung?
Jika kamu senang membakar uang dan terbiasa menggunakan uang tersebut untuk membayar spot iklan lalu berharap mendapatkan banyak pembeli dari promosi tersebut. Dan terkadang hasilnya jauh dari harapan. Maka kenapa kamu tidak menggunakan cara lain dalam membakar uang. Yaitu memberikan uang tersebut secara langsung ke konsumen dengan jaminan yang lebih pasti. Caranya dengan menjanjikan bonus nominal tertentu ketika pengguna mendaftarkan akun di layananmu.
Sebagai informasi, strategi marketing ini berhasil diterapkan oleh PayPal yang saat itu menawarkan 10 dollar untuk setiap pelanggan baru dan ekstra 10 dollar untuk setiap referral. Kamupun boleh sekali menerapkan strategi ini.

  • Terlalu percaya diri untuk jalan sendirian
Tidak selamanya berjalan sendiri itu menyenangkan. Dalam konteks memulai startup, jika kamu tidak memiliki modal yang besar, kamu dapat menggandeng perusahaan atau startup lain yang sudah lebih dulu mapan.
Kolaborasi semacam ini sudah banyak dilakukan, salah satunya oleh Go-Jek yang menggandeng Blue Bird untuk berada di dalam fiturnya, keduanya memiliki simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan sehingga berhasil mendapatkan apresiasi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Itulah beberapa alasan kenapa strategi marketing yang kamu lakukan itu tidak bekerja dengan baik. Evaluasi strategi setelah perang sangat perlu dilakukan oleh tim pemasaran. Karena dari evaluasi tersebut perusahaan dapat dengan mudah menemukan alasan lain mengapa mereka kalah dari pesaing yang lain untuk merebut hati pasar. Maka dari itu sekarang mulai kembangkan cara berpikir kritis untuk mengatasi masalah yang ada dengan strategi pemasaran yang terbaik.