Kali ini pebisnis memiliki banyak pilihan untuk melakukan endorse produknya, salah satunya TikTok dan Instagram. Endorse adalah bentuk iklan yang melibatkan tokoh atau selebritas terkenal atau orang-orang yang memperoleh pengakuan, kepercayaan, rasa hormat, atau kesadaran yang tinggi di dalam masyarakat.

 

Kemudian, mereka akan melakukan promosi untuk mempromosikan produk atau layanan. Lantas, mana yang lebih efektif endorse di Instagram atau di TikTok?

 

Menurut Olivia, Brand Activation Specialist at Daun Apel Agency efektivitas endorse tidak bergantung pada lini media sosial yang digunakan. Baginya, hal terpenting adalah cara tokoh menampilkan dirinya untuk melakukan endorse.

 

Berbeda halnya dengan Yugo, Digital Marketing Staff at PT. Kamper Hijau yang mengaku bahwa endorse di Instagram ataupun TikTok tergantung pada produk yang dipasarkan.

 

Agar tidak salah pilih tokoh yang akan meng-endorse maka pemilik produk harus menentukan target pasar terlebih dahulu. Pastikan agar produk yang dipasarkan dan karakteristik peng-endorse relevan.

 

Terdapat empat kriteria selebgram, yaitu nano influencers, micro influencers, makro influencers, dan mega influencers. Keempat tipe itu memiliki rate yang berbeda.

Untuk tokoh yang masuk nano influencers dengan  ribuan follower maka ratenya adalah Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. Untuk Micro Influencers maka ratenya bisa sampai Rp2 juta. Sementara untuk kategori Mega influencers ratenya sebesar Rp6 juta lebih.
Kesimpulannya, efektivitas endorse di Instagram ataupun di TikTok tergantung dengan banyak aspek. Kendati begitu, jangan sampai salah memilih jalan untuk memasarkan produk ya!