Perkembangan teknologi dan proses digitalisasi yang cepat membuat banyak industri baru bermunculan. Termasuk industri kreatif yang semakin melebarkan sayapnya dan banyak peminatnya. Beragam pekerjaan baru terutama di bidang industri kreatif bermunculan, salah satunya yang pastinya kita sering dengar yaitu, Content Writer dan Copywriter. 

Kamu pasti sering mengira bahwa pekerjaan kedua profesi yang memiliki nama yang mirip ini sama. Memang benar kedua profesi ini memiliki pekerjaan yang sama, yaitu sama-sama menulis, tapi dari segi jobdesk dan apa yang ditulis benar-benar berbeda loh! Yuk kita simak apa sih perbedaan kedua profesi ini.

Menulis dengan tujuan yang berbeda

Seorang content writer dan copywriter sama-sama menulis tetapi tujuan dari penulisannya berbeda tentunya. Untuk content writer memiliki tugas menulis konten atau artikel yang relevan atau sesuai dengan yang diminta klein. Konten atau artikel yang ditulis tentunya harus informatif, edukatif dan tentunya harus menarik di mata pembacanya. Seorang content writer harus memiliki kemampuan untuk menarik dan meningkatkan jumlah pembaca atau pengunjung suatu blog, sosial media atau website lewat konten dan artikel yang dibuatnya. Jika jumlah pembaca atau pengunjung meningkat, artinya kamu telah berhasil sebagai content writer!

Kalau seorang copywriter, mereka memiliki pekerjaan menulis yang sangat berhubungan dengan kebutuhan pemasaran dan periklanan karena tulisan yang dibuat bersifat komersial yaitu harus bisa membangun tindakan langsung atau call to action dari pembacanya untuk membeli suatu produk atau mengikuti suatu campaign yang sedang dibuat. Intinya tugas seorang copywriter adalah mempromosikan suatu produk atau jasa lewat tulisan yang mereka buat!

Gaya Menulis

Kedua profesi ini juga tentunya memiliki gaya yang berbeda dalam penulisan. Seorang content writer identik memiliki gaya penulisan jurnalistik karena mengacu pada 5W + 1H. Content writer harus memiliki wawasan luas, kreatif, dan kemampuan untuk riset. Hal ini agar konten yang ditulis dapat memuat isi yang informatif dan menarik untuk dibaca.

Sedangkan copywriter memiliki gaya penulisan yang lebih pendek dan biasanya seperti membuat headline, tagline, dan slogan. Seorang copywriter harus handal dalam menyusun kata-kata yang menarik dalam mempromosikan sebuah produk/jasa dari suatu brand. Contoh karya seorang copywriter yang pasti menempel di benak kamu adalah “apapun makanannya, minumnya teh botol sosro”, “indomie seleraku” dan “traveloka dulu, bepergian kemudian”.

Media yang digunakan

Perbedaan selanjutnya terdapat pada media yang digunakan kedua profesi ini. Media yang digunakan oleh content writer biasanya adalah media yang dapat dibaca dalam waktu lama atau santai. Tulisan seorang content writer bisa dibaca kapan saja atau lain waktu, karena biasanya terletak pada sebuah website, blog, dan konten sosial media. 

Sebaliknya, copywriter biasanya menggunakan media yang dapat dibaca oleh pembacanya dalam waktu cepat dan singkat karena media yang digunakan biasa berupa billboard, social media ads, social campaign, poster, email campaign dan lainnya. Hasil karya seorang copywriter tidak hanya terbatas dalam bentuk tulisan, tapi kamu juga dapat melihat hasil karya mereka dalam bentuk visual ataupun suara baik itu di televisi, radio dan streaming. 

Nah, jadi itu dia beberapa perbedaan utama antara Content Writer dan Copywriter, serupa tapi tak sama kan? Memiliki nama yang mirip tapi sebenarnya secara pekerjaan cukup berbeda. Intinya perbedaan antara seorang content writer dan copywriter adalah, content writer memiliki penulisan yang bersifat edukatif, informatif dan engaging agar pembacanya tertarik untuk membaca, sedangkan seorang copywriter penulisannya lebih bersifat persuasif yang dapat membangun tindakan langsung bagi pembacanya agar mau membeli atau mengikuti.