Penasaran ga sih mengapa produk dengan harga mahal masih terus dicari dan laku di pasaran? Di balik itu ternyata ada proses panjang yang dilakukan oleh pemasar dari merek tersebut loh, salah satunya pemasar meningkatkan brand equity. Agar kamu mengetahui brand equity dengan baik yuk baca ulasan singkat berikut ini.

Apa itu Brand Equity?

Apa itu Brand Equity? Dalam dunia marketing, brand equity adalah nilai atau value dari sebuah brand. Brand Equity yang positif tidak hanya dapat membuat kamu unggul dibanding pesaing, namun juga dapat meningkatkan pelanggan yang loyalitas pada bisnis atau brand kamu itu sendiri. 

Brand Equity adalah sesuatu yang sangat penting bagi sebuah bisnis. Jika perusahaan memiliki Brand Equity yang unggul, maka konsumen memiliki kepercayaan terhadap produk yang dibuat. Mereka akan memilih produk dari brand tersebut dibandingkan produk-produk lainnya yang ada di luar sana. Brand Equity adalah istilah pemasaran yang menggambarkan nilai sebuah merek atau brand value yang ditentukan oleh persepsi dan pengalaman konsumen terhadap brand tersebut.

Beberapa contoh perusahaan dengan brand equity yang positif dapat kamu lihat pada perusahaan Starbuck atau Coca Cola. Menurut studi kasus konsumen Starbuck, pelanggan memilih kopi mereka daripada pesaing karena kualitas yang ditawarkan dan karena nilai perusahaan itu sendiri di mata mereka. 

Starbuck sendiri pernah masuk ke dalam daftar perusahaan yang paling dikagumi di dunia dalam majalah Fortune pada tahun 2014. Salah satu pujian lain yang diberikan kepada Starbuck adalah komitmen mereka terhadap tanggung jawab sosial. 

Serupa dengan Starbuck, Coca Cola juga dikenal sebagai salah satu perusahaan dengan brand equity yang positif. Pandangan positif terhadap brand ini sendiri melebihi sekedar produk saja, namun juga pengalaman positif yang diberikan. Salah satunya lewat kampanye pemasaran unik mereka yang membuat dampak global pada keterlibatan konsumennya. 

Komponen dari Brand Equity

Sebuah merek dapat dikategorikan memiliki Brand Equity jika memenuhi empat komponen ekuitas berikut:

1. Brand Awareness

Komponen pertama dari Brand Equity adalah Brand Awareness, yaitu tingkat pengenalan konsumen terhadap brand. Sederhananya, di tahap ini pelanggan dibuat familiar dengan suatu produk. Ketika konsumen sudah akrab terhadap produk, diharapkan ada dorongan untuk membelinya.

Strategi untuk meningkatkan Brand Awareness kepada konsumen bisa dilakukan dengan social media & influencer marketing, memberikan free trial, sponsorship, atau bahkan event marketing dan melakukan product placement di beberapa tempat.

2. Perceived Quality

Komponen kedua dalam brand equity adalah perceived quality, yaitu kualitas sebuah barang di mata konsumen yang bersifat subjektif.

Saat membeli sebuah produk, pasti kamu memiliki kesan terhadap produk dan merek tersebut. Bagaimana kualitasnya, apakah sesuai dengan yang diharapkan, dan lain sebagainya.

Perceived quality berkaitan dengan persepsi konsumen terhadap keunggulan suatu produk berhubungan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tentunya untuk membangun persepsi positif terhadap brand, perlu dilakukan strategi agar meningkatkan kualitas produk.

3. Brand Association

Komponen ketiga brand equity adalah brand association atau asosiasi merek. Brand association ini berkenaan dengan segala sesuatu yang melekat di memori konsumen terkait sebuah brand. Asosiasi merek bisa dibilang sebagai koneksi antara sebuah brand dengan konsepnya sehingga mudah diingat. Asosiasi yang dimaksud dapat berupa logo, konsep, nama produk, atau emosi yang berhubungan dengan pengalaman seseorang ketika berinteraksi dengan produk tersebut.

4. Brand Loyalty

Elemen keempat dalam brand equity adalah brand loyalty atau kesetiaan terhadap sebuah merek. Kesan positif yang dirasakan konsumen terhadap produk dari sebuah brand akan membentuk komitmen untuk membeli kembali merek tersebut secara konsisten.

Brand loyalty mengacu pada kesetiaan konsumen terhadap produk dari suatu merek. Ketika sudah mencapai tahap ini, konsumen akan susah beralih ke produk lain meski diiming-imingi harga yang murah dan lain sebagainya.